Subhanallah!!! Ikan yang Menelan Nabi Yunus Masih Hidup Hingga Sekarang?? Ini Buktinya!!

Dari banyaknya kehidupan Nabi dan Rasul, kisah Nabi Yunus Alaihissalam menjadi salah satu yang begitu melekat dalam ingatan. Salah satu kisahnya yang begitu terkenal adalah ketika sang Nabi ditelan oleh seekor ikan besar di tengah lautan.

Nabi Yunus ditelan hidup-hidup dan tinggal di dalam perut ikan yang mirip ikan paus ini selama beberapa waktu mengarungi samudera. Namun berkat taubat serta dzikir yang Ia ucapkan, sang ikan akhirnya memuntahkan isi perutnya sehingga Nabi turut keluar dalam keadaan bernyawa.

Ikan ini kemudian kembali ke lautan dan meninggalkan Nabi Yunus sendirian. Cerita antara keduanya memang hanya sampai di situ saja. Namun, di saat Nabi Yunus sudah meninggal ribuan tahun silam, sang ikan justru dianggap masih hidup hingga sekarang. Benarkah demikian?

Spekulasi munculnya kabar tentang ikan tersebut masih hidup adalah Surat Ash Shaaffaat ayat :145. Allah menerangkan jika saat itu Nabi Yunus tidak bertaubat, maka Ia akan tinggal di dalam perut ikan sampai hari kiamat.

“(139). Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (140). (ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan, (141). Kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. (142). Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. (143). Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, (144). Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. (145). (Q.S Ash Shaaffaat ayat 139-145).

Berdasarkan tafsir dari berbagai sumber, makna “tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit (145)”, yakni perut ikan itu akan menjadi kuburnya sampai hari berbangkit. Hal ini kemudian diasumsikan jika ikan tersebut masih hidup hingga saat ini.

Warga sosial media sedang ramai menyebarkan hal ini. Namun, tidak ada yang tahu kebenarannya secara pasti. Allah SWT mengatakan jika Nabi Yunus tidak bertaubat, maka akan tinggal di perut ikan hingga hari kiamat. Namun pada kenyataannya, Nabi Yunus saat itu sudah bertaubat kepada Allah dan diampuni. Sehinnga ada kemungkinan jika ikan tersebut juga mati.

Rasulullah SAW juga tidak menjelaskan tentang bagaimana kehidupan ikan tersebut setelah memuntahkan Nabi Yunus. Wallahu a’lam, Dan Allah Lebih Tahu atau Mahatahu.

Ikan yang mirip dengan paus ini juga dijuluki dengan ikan Nun. Ia melahap Nabi Yunus AS ketika meninggalkan kaumnya yang melakukan pembangkangan. Dengan kemarahannya Nabi Yunus memilih pergi dengan menggunakan kapal meninggalkan penduduk Ninawa, Di daerah Mosul, Irak. Cerita ini dikisahkan Allah SWT dalam Alquran

“Ketika dia pergi dalam keadaan marah.” (Al-Anbiya: 87).

Ternyata sepeninggal Nabi Yunus as penduduk Ninawa diperlihatkan oleh Allah SWT akan bencana besar yang akan menimpa mereka. Sehingga ditengah ketakutan itu mereka bertaubat kepada Allah. Kemudian, Allah mengampuni penduduk yang awalnya menyembah berhala tersebut.

Namun, Nabi Yunus tidak mengetahui kejadian itu. Ia memilih pergi dan meninggalkan penduduk Ninawa dalam kondisi penuh amarah. Ia menaiki kapal yang begitu penuh dengan muatan. Pada awalnya, kapal berlayar dengan tenangnya.

Namun kondisi ini tiba-tiba berubah. Angin kencang menerpa, langit pun hitam gelap dengan awannya. Badai terjadi, kapal yang ditumpangi Nabi Yunus AS terombang-ambing dan akan tenggelam. Awak kapal pun panik, mereka kemudian membuang seluruh muatan yang ada di dalamnya. Dengan harapan, kapal tidak tenggelam jika muatan berkurang.

Sayang, cara ini tidak membantu. Kemudian, diusulkan lah agar dibuat undian untuk mengurangi manusia yang ada di dalamnya. Dalam undian tersebut, siapapun yang keluar namanya harus di buang ke laut.

Ternyata, Nabi Yunus AS termasuk orang-orang yang kalah dalam undian tersebut. Awalnya penumpang lain tidak menyetujui Nabi Yunus yang dibuang dari kapal. Namun setelah tiga kali undian, ternyata Nabi Yunus tetap saja kalah.

“Lalu dia termasuk orang-orang yang kalah.” (Ash-Shaffat: 141)

Lalu, dilemparlah Nabi Yunus AS dan kemudian dilahap oleh seekor ikan besar mirip Paus. Dengan perintah Allah ikan tersebut melahap Nabi Yunus tanpa merobek bagian dari tubuh kekasih Allah tersebut. Sang Nabi pun tinggal di dalam tubuh ikan beberapa waktu dan menyusuri lautan bersama ikan besar tersebut.

Nabi Yunus as sangat terkejut karena mendapati dirinya dalam perut sebuah ikan. Para ulama berselisih tentang berapa lama Nabi Yunus tinggal di dalam perut ikan. Menurut Qatadah, tiga hari. Menurut Abu Ja’far ash-Shaadiq, tujuh hari, sedangkan menurut Abu Malik, empat puluh hari. Mujahid berkata dari asy-Sya’bi, “Ia ditelan di waktu duha dan dimuntahkan di waktu sore.”

Dalam keadaan itulah Nabi Yunus as bertobat. Beliau mengucap banyak kalimat tasbih kepada Allah SWT. Beliau tak henti-hentinya menangis, tidak makan, tidak minum dan tidak bergerak. Beginilah doa Nabi Yunus AS menurut Rasulullah SAW.

“Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: Laa Ilaaha Illaa Anta Subhaanaka Innii Kuntu Minazh Zhaalimiin (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 3505. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Dzikir dan taubat Nabi Yunus kemudian didengar oleh seisi lautan. Mereka mendekati ikan Nun dan mengikuti tasbih yang di ucapkan Sang Nabi dari dalam perut ikan. Kondisi ini membuat Ikan Nun yang menelan Yunus takut dan kaget. Ia ketakutan karena banyak hewan lain dan tumbuhan yang mendekat kepadanya.

“Mengapa saya harus takut, bukankah yang memerintahkan adalah Allah SWT?” “Tapi yang aku telan adalah kekasih-Nya, bagaimana ini?” Dalam keadaan bimbang, ikan Nun makin mengeraskan suara tasbihnya hingga dasar laut menjadi hiruk pikuk.

Taubat dan doa Nabi Yunus pun akhirnya dihijabah Allah. Dia kemudian memerintahkan ikan agar mengeluarkan Nabi Yunus as ke permukaan laut dan membuangnya di suatu pulau yang ditentukan oleh Allah SWT. Tubuh Nabi Yunus as kemudian dimuntahkan dan terhempas ke daratan dalam keadaan kurus kering. Namun, atas izin Allah SWT, tubuh Nabi Yunus as bisa kembali sehat dan bugar.

Kemudian Allah memerintahkan ikan itu memuntahkan Yunus ke pinggir pantai, lalu Allah tumbuhkan di sana sebuah pohon sejenis labu yang memiliki daun yang lebat yang dapat menaungi Nabi Yunus dan menjaganya dari panas terik matahari. Cerita Nabi Yunus dan ikan berakhir sampai disitu, tidak ada yang mengetahui bagaimana nasib ikan tersebut saat ini. Hanya Allah SWT yang maha mengetahui.

Sumber foto: google

Tahukah Anda? Ikan yang Menelan Nabi Yunus Masih Hidup Sampai Hari Kiamat

Tahukah anda? Kalau ikan yang beberapa ribu tahun lalu menelan Nabi Yunus AS itu nyatanya masihlah hidup hingga saat ini, bahkan juga hingga hari kiamat. Hal semacam ini telah diterangkan dalam al-Qur’an:

فَلَوۡلَآ أَنَّهُ ۥ كَانَ مِنَ ٱلۡمُسَبِّحِينَ (١٤٣) لَلَبِثَ فِى بَطۡنِهِۦۤ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ (١٤٤)

”Jadi bila seumpamanya dia (Yunus) tak termasuk juga beberapa orang yang banyak (bertasbih) mengingat Allah, pasti ia bakal tetaplah tinggal di perut ikan itu hingga Hari Berbangkit.” (QS As Shafat 143-144)

Sepanjang di perut ikan, Nabi Yunus AS tidak henti-hentinya serta terus-terusan bertasbih…

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)

”Serta (ingatlah cerita) Dzun Nun (Yunus), saat ia pergi dalam kondisi geram (meinggalkan kaumnya), lantas ia menganggap kalau Kami akan tidak mempersempitnya (menyusahkannya), jadi ia menyeru dalam kondisi yang begitu gelap (di perut ikan) : Laa ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzdzolimin (Tak ada ilah terkecuali Engkau. Maha suci Engkau, sebenarnya saya yaitu termasuk juga beberapa orang yang zalim). ” Jadi Kami sudah memperkenankan doanya serta menyelamatkannya daripada kedukaan serta sekianlah Kami selamatkan beberapa orang yang beriman.” (QS. Al Anbiya’ : 87-88)

Tahukah Anda?
Kalau janin semasa dalam kandungan perut ibunya, dia diliatkan perjalanan hidupnya dari mulai lahir hingga mati, karenanya, kadang-kadang saat kita bertandang ke sebagian tempat yang baru, namun seakan tempat itu telah tak asing untuk kita.

Tahukah Anda?
Di waktu bersin, semua anggota badan kita berhenti berperan, seakan mati, ini berlangsung dalam hitungan detik, kemudian berperan normal kembali.

Berikut mengapa dalam Islam di sunnahkan membaca Alhamdulillah sesudah bersin, sebagai ungkapan sukur atas berperannya kembali semua anggota tubuh kita.

Tahukah Anda?
Menguap itu bukanlah sinyal kalau kita mengantuk, namun itu yaitu tandanya kalau badan kita perlu penambahan oksigen.

Tahukah Anda?
Kalau mengonsumsi kurma dalam jumlah genap itu bakal membuahkan gula darah, karenanya Rasulullah menyarankan kita untuk mengkonsumsinya dalam jumlah ganjil, supaya beralih jadi karbohidrat.

Tahukah Anda?
Kalau pas sesudah dikumandangkannya Azan itu yaitu saat yang mustajab untuk berdoa.

Tahukah Anda?
Dimana dosa-dosa kita ditempatkan saat kita shalat? Nabi Muhammad SAW bersabda:

”Sebenarnya seseorang hamba saat menunaikan shalat, dia membawa dan semuanya dosa-dosanya, lalu dosa-dosa itu di taruh diatas kepala serta ke-2 pundaknya, jadi saat setiap kali ia ruku’ atau sujud berjatuhanlah dosa-dosa itu “.

Wahai beberapa orang yang umum terburu-buru dalam shalatnya, tenanglah… serta tahanlah lebih lama ruku’ serta sujudmu, supaya semakin banyak lagi berguguran dosa-dosamu.

Tahukah Anda?
Dikisahkan ada seseorang wanita solehah yang wafat, jadi setiap kali masyarakat desa ziarah pendam, mereka mencium harumnya mawar dari dalam pendam.

Lalu suaminya menerangkan, kalau istrinya itu semasa hidup senantiasa membaca surah al-Mulk, tiap-tiap ingin tidur sebenarnya surat al-Mulk itu menyelamatkan dari siksa pendam.

Tahukah Anda?
Saat kita membaca ayat kursi setiap selesai shalat, jadi tak ada penghambat pada kita serta surga terkecuali maut.

Tahukah Anda?
Kalau beberapa malaikat mendoakan kita saat selesai shalat, karenanya janganlah terburu untuk beranjak dari posisi duduk shalat kita.

 

Sumber: islamituindah.com.my

via

Sumber: http://islamidia.com