5 Kanak-kanak Islam Ajaib Menggemparkan Dunia, No.5 Telah Mengislamkan Ribuan Orang!

Islam merupakan agama rahmatan lil’alamin, rahmat bagi semesta alam. Dalam perkembangan agama islam sendiri dari dulu sering diiringi dengan berbagai kisah unik yang muncul dari berbagai belahan dunia, karena islam adalah agama universal. Dan yang akan kita bahas disini adalah beberapa kisah unik bocah islam ajaib yang dari ke ahliannya menggemparkan dunia. Penasaran? Berikut info nya guys!

1. Abdurrahman Farih, Al-Jazair

Mencari anak-anak yang hafal dan pandai menyanyi serta menari bukan hal yang sulit zaman sekarang ini. Karena kenyataanya, para artis penyanyi dan bintang film sangat mendominasi budaya hidup dan pola berpikir anak remaja zaman sekarang. Tetapi, cobalah cari anak-anak remaja yang hapal sekian juz Al-Qur’an, juz 30 misalnya (bukan 30 juz), pandai membacanya dengan benar dan bagus. Mengidolakan Nabi dan orang-orang yang baik, memiliki cita-cita untuk Dinullah yang mulia tentu itu menjadi hal yang sangat sulit didapati sekarang ini. Padahal, Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”. (HR. Bukhari dan At Tirmiidzi dari sahabat Ali bin Abi Tholib)

Farih Abdurrahman bocah yang dipilih Allah SWT agar menjadi salah satu bukti karamah-Nya yang diperlihatkan kepada umat manusia. Di bumi Aljazair, anak usia tiga tahun ini sudah bisa menghafal Al-Qur’an sejak ia masih dalam kandungan ibunya.

Ibu Abdurrahman sebagaimana diceritakan ayahnya rajin membaca surat al-Kahfi ketika Abdurrahman masih dalam kandungan, dan juga setelah lahir orangtuanya sering menyetel Al Affasy Channel saluran televisi Al-Jazair yang menyiarkan bacaan Al-Qur’an, bahkan ketika orangtuanya ingin merubah channel yang ditonton, si kecil Abdurrahman sering menolak.

Malam itu, ia dituntun orang tuanya untuk bisa duduk di kursi podium, di sebuah acara yang ditayangkan oleh televisi Aljazair, yang bertajuk “Fursaan Al-Qur’an”. Memakai torbus atau topi merah khas Aljazair, ia pun duduk dengan senyum dan mata polosnya. Kakinya yang masih sangat pendek, bergantung dan berayun di kursi yang masih terlalu tinggi untuk ukuran anak seusianya. Kala itu ia berada di hadapan seratusan hadirin yang sebagiannya, adalah tokoh agama dan para penghafal Al-Qur’an. Lalu, lisannya tak lama berucap lancar ayat demi ayat surat Maryam yang berjumlah 98 ayat. Sebagaimana yang umum berlaku di Aljazair, pembacaan Al-Qur’an dilakukan lewat riwayat Hafash dari Ashim melalui Asy Shatibi. Itulah yang dibunyikan oleh Farih.

Farih Abdurrahman, usianya masih tiga tahun. Siapapun yang melihat sosoknya, pasti gemes. Matanya yang berbinar, senyumannya yang polos, raut mukanya yang bersih dan polahnya yang ceria. Farih, ia bukan anak biasa. Ia anak istimewa. Sebagian orang bahkan menyebutnya sebagai “at thiflu al mu’jizah” atau bocah mukjizat. Tentu saja, mukjizat tidak dalam arti sebenarnya. Hanya menandakan bahwa Farih memang memiliki keistimewaan yang sangat jarang dimiliki anak-anak seusianya yaitu bisa menghafal Al Quran lewat pendengaran terhadap tilawah Al Quran sejak ia masih di dalam kandungan ibunya.

2. Sayyid Muhammd Husein Tabataba’i, Iran

Seorang hafiz Quran cilik yang berasal dari kota Qom di Iran. Lelaki yang kini sudah berusia dewasa ini juga telah memperoleh gelar Doktor Honoris Causa di usianya yang ke tujuh tahun, selain itu dia juga sudah menjadi seorang mubaligh cilik yang selalu berbicara dan menjawab pertanyaan hadirin dengan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Pada Bulan February 1998, di Kerajaan Inggris tepatnya di Hijaz College Islamic University Husein yang waktu itu baru berusia 7 tahun menjalani ujian doktoral. Ujian yang harus dilaluinya terdiri dari 5 bidang yaitu menghafal Al-Quran dan menerjemahkan dalam bahasa ibu (persia), menerangkan makna ayal Al-Quran, menafsirkan dan menerangkan ayat Al-Quran dengan ayat lainya dalam Al-Quran, bercakap-cakap dengan menggunakan ayat-ayat Al-Quran dan menerangkan makna Al-Quran dengan metode isyarat tangan.

Setelah menjalani ujian selama 210 menit, akhirnya tim penguji memberi nilai 93. Dimana nilai ini mengukuhkannya sebagai Doktor Honoris Causa.

Standard Penilaian :
60 – 70 Sertifikat diploma
70 – 80 Sarjana Kehormatan
80 – 90 Magister Kehormatan
90 ketas Doktoe Kehormatan (honoris cause)

Pada tanggal 19 Februari 1998 Husein menerima ijazah Doktor Honoris Causa dalam bidang Science of The Retention of The Holy Quran.

3. Akrit Jaswal, India

Akrit Jaswal melakukan operasi pertamanya saat usia 7 tahun. Dia mengoperasi seorang anak berusia 9 tahun, dengan memisahkan jari-jari yang terbakar dan menyatukannya. Peristiwa itu berawal dari keluarga miskin yang mendengar bahwa ada seorang anak yang memiliki IQ tinggi.

Keluarga miskin itu tidak dapat melakukan operasi karena biaya yang mahal dan meminta Akrit melakukan operasi secara gratis. Akrit pun menyanggupi dan operasi berjalan lancar. Alhasil, dia pun menjadi terkenal di negara kelahirannya, India. Hebatnya, ilmu bedah tersebut dia dapatkan secara otodidak, tanpa pengajar ataupun keturunan khusus. Pada usia 12 tahun, Akrit diterima di Universitas Punjab, Lahore, dan menjadi mahasiswa termuda di India. Pada usia 13 tahun, Akrit mendapatkan IQ 146 dan termasuk salah satu manusia terpintar di dunia.

Akrit mengatakan bahwa ilmu yang didapatkan tidak lepas dari ia menekuni membaca Al-Qur’an di setiap waktu saat ia masih kecil dan sampai saat ini.

4. Musa La Ode Hanafi, Indonesia

La Ode Musa, biasa disapa Abang Musa. Adalah putra dari pasangan Laode Abu Hanifa (34) dan Yulianti (29). La Ode Musa (7), peserta termuda dan memiliki postur terkecil berhasil menjadi yang terbaik ketiga diajang lomba hafizh anak tingkat Dunia.

Musa berhasil melewati berbagai soal yang diujikan, bahkan membuat takjub para dewan hakim. MHQ Internasional Sharm El-Sheikh kali inidiikuti oleh 80 orang yang terdiri dari 60 negara. Selain Indonesia dan tuan rumah Mesir, ada Sudan, Arab Saudi, Kuwait, Maroko, Chad, Aljazair, Mauritania, Yaman, Bahrain, Nigeria, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Australia, Ukraina, dan negara-negara lainnya, demikian seperti dilansir sejumlah media online.

Musa bukanlah yang pertama membawa harum nama Indonesia, tapi musa menjadi istimewa karena usianya yang masih belia dan menjadi hafiz termuda di MTQ saat itu. Andai musa ikut kejuaraan itu beberapa tahun kemudian, bukan tidak mungkin dirinya akan menjadi yang terbaik. Musa masih memiliki kendala untuk melafalkan huruf “R” tapi jangan tanya soal hafalan al-Qur’an, dia berhasil membuat pemerintah Mesir takjub.

5. Syarifuddin Khilafah, Tanzania

Syarifuddin Khalifah adalah bocah ajaib dari Afrika yang telah berhasil mengislamkan ribuan orang. Salah satu keajaibannya adalah bisa menghafal Alquran dalam usia 1,5 tahun, Subhanallah.

Selain itu Syarifuddin Khalifah sudah bisa melaksanakan sholat lima waktu padahal bocah ini terlahir dari keluarga non muslim. Pada usia 5 tahun bocah ini sudah menguasai lima bahasa asing dengan lancar dan pada usia itu juga telah mengislamkan sekitar ribuan orang. Syarifuddin Khalifah merupakan seorang anak yang dilahirkan di Tanzania-Afrika pada tahun 1993. Mayoritas penduduk negara itu beragama Katolik dan orang tua Syarifuddin Khalifah yaitu Francis Fudinkira dan Domisia Kimaro juga seorang katolik, jadi Syarifuddin Khalifah terlahir dikelurga non muslim yaitu katolik.

Ketika ia menginjak umur 2 bulan seperti penganut Kristiani umumya, ia ingin di baptis oleh kedua orang tuanya. Namun, ketika ingin dibaptis ia mengeluarkan kata-kata “Mama, unisibi baptize naamini kwa Allah, na jumbe wake Muhammad” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).

Ayah dan ibunya, Domisia-Francis, pun bingung. Kemudian didatangkan seorang pendeta untuk berbicara kepada bayinya itu: “Are You Yesus?” (Apakah kamu Yesus?).

Kemudian dengan tenang sang bayi Syarifuddin menjawab “No, I’m not Yesus. I’m created by God. God, The same God who created Jesus”
(Tidak, aku bukan Yesus. Aku diciptakan oleh Tuhan, Tuhan yang sama dengan yang menciptakan Yesus). Saat itu juga kedua orang tuanya mengucapkan syahadat.

Nah guys, sekarang masih ragu dengan kuasa Allah SWT? “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Qur’ân itu benar. Dan apakah Rabbmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu.” (QS. Fushshilat 53)

 

sumber:

http://www.thelarkinbrigade.com